Through this post , i wanna share a
story . may be some has heard this . i heard this story when i join “Pengukuhan
Tim Olimpiade SMA 3 Yogyakarta” on Friday 20th November 2009 . it is told by Ms.
Diana *i’m sorry i forgot her complete name . She is a lecturer in University of
Gajah Mada .
i will write this story in Indonesian .
it’s complicated to retell this in English . as you know that i’m not fluent in
using english .
–00–
Di USA , ada seorang professor
, ia memiliki 4 orang anak dan seorang istri . Pada umur sekitar 45 tahun ia
divonis menderita kanker pankreas stadium akhir dan akan meninggal 3 bulan lagi
. Tak bisa dipungkiri , keluarga , kerabat , dan seluruh mahasiswanya amat
terpukul dengan vonis itu .
Sudah menjadi tradisi di
kampusnya bahwa setiap ada dosen yang akan pensiun , akan diadakan kuliah
terakhir untuknya , sebagai kenang-kenangan . Akibat vonis yang ia terima ,
profesor ini pun juga mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kuliah terakhir .
Banyak kerabat dan
mahasiswanya yang datang dalam ‘kuliah terakhirnya’ . bahkan mereka datang sudah
dalam keadaan menangis dan menyiapkan sapu tangan . Ketika profesor ini memasuki
ruangan , semua orang tercengang oleh keadaanya . sang professor datang dengan
wajah yang sehat , bugar , dan sama sekali tak memperlihatkan sakit yang ia
derita .
“Maaf , kalau dalam kuliah
terakhir saya ini , saya justru mengecewakan anda semua !” ucap sang professor .
lalu ia menelungkupkan badannya ke lantai lalu push up ratusan kali . “siapa
yang bisa mengalahkan saya , anda boleh mengasihani saya.”
Setelah itu , ia rajin ,
menjalani berbagai terapi , namun apa daya , ia meninggal 10 bulan setelah hari
vonis yang ia terima .
Orang-orang yang datang justru
merasa termotivasi oleh tindakan sang profesor . Dalam keadaan seberat itu , ia
tak ingin seorang pun mengasihani dia . Itulah yang membantunya dapat bertahan
hingga sepuluh bulan .
Kalau sang profesor dalam
keadaan seberat dan sekronis itu , ia masih dapat bertahan , MENGAPA KITA TIDAK
?
–00–
Karena sebenarnya :
PIKIRANMU ADALAH TAKDIRMU
PIKIRANMU ADALAH AWAL
PERKATAANMU
PERKATAAN MU ADALAH AWAL
PERBUATANMU
PERBUATAN MU ADALAH AWAL
KEBIASAANMU
KEBIASAANMU ADALAH AWAL
KARAKTERMU
KARAKTER MUADALAH AWAL
TAKDIRMU
huge thanks for Ms.Diana ,
wish this story can inspire others to make the best for their worthy life !